Indikator Trading Terbaik
INVESTASI, FOREX, INDIKATOR ANALISIS TEKNIKAL

10 Indikator Trading Terbaik dan Akurat untuk Analisa Trading Agar Profit Maksimal

Indikator trading terbaik sangat diperlukan trader jika ingin meraih peruntungan di pasar modal. Indikator trading merupakan alat penting dalam analisis teknikal agar trader bisa menemukan sinyal masuk dan keluar pasar dengan tepat. Lalu apa saja indikator trading terbaik dan bagaimana cara menggunakannya? Berikut akan dikupas secara tuntas mengenai indikator trading terbaik:

Apa Itu Indikator Trading?

Indikator trading adalah perhitungan matematis yang diplot sebagai garis pada grafik harga yang membantu trader dalam mengidentifikasi tanda dan tren tertentu di pasar modal. Indikator trading merupakan seperangkat alat yang bisa diaplikasikan pada grafik perdagangan untuk mengungkap pasar dan membuat analisis yang lebih jelas. Indikator juga bisa diartikan sebagai statistik yang digunakan untuk mengukur kondisi saat ini serta untuk memprediksi trend keuangan atau ekonomi.

Dalam dunia trading, indikator biasanya mengacu pada pola grafik teknis yang berasal dari harga, volume, atau minat terbuka dari sekuritas tertentu. Indikator teknikal umum termasuk moving averages, moving average convergence divergence (MACD), relative strength index (RSI), dan on-balance-volume (OBV).

Dalam konteks analisis teknis, indikator adalah kalkulasi matematis berdasarkan harga atau volume sekuritas. Hasilnya digunakan untuk memprediksi harga di masa depan. Indikator analisis teknikal yang umum adalah indikator moving average convergence-divergence (MACD) dan relative strength index (RSI).

MACD didasarkan pada asumsi bahwa kecenderungan harga aset yang diperdagangkan akan kembali ke garis tren. Sementara itu, RSI bekerja dengan membandingkan ukuran keuntungan baru-baru ini dengan kerugian baru-baru ini untuk menentukan momentum harga aset, baik naik atau turun. Menggunakan alat seperti MACD dan RSI, trader akan mampu menganalisis grafik harga aset untuk mencari pola yang akan menunjukkan kapan harus membeli atau menjual aset yang sedang dipertimbangkan.

Indikator digunakan untuk menentukan tren masa depan suatu aset. Indikator analisis teknis membantu investor mengetahui kapan harus masuk atau keluar dari perdagangan untuk mendapat untung. Indikator analisis teknis melihat informasi harga dan menerjemahkannya menjadi sinyal yang sederhana dan mudah dibaca. Sinyal ini membantu investor menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual.

Indikator analisis teknis memberikan petunjuk kepada investor, sehingga membantu mereka untuk menginterpretasikan pola pasar dan perilaku harga di masa depan. Oleh karena itu, kombinasi indikator analisis teknikal harga, volume, dan peka waktu digunakan untuk memaksimalkan keuntungan.

Apa Itu Indikator Trading?
SUMBER GAMBAR DARI BROKER MITRADE (PC)

Jenis-Jenis Indikator Trading

Indikator trading terdiri atas 5 tipe, yakni trend, volatilitas, momentum, volume, support dan resistance indikator. Indikator tren akan membantu Anda untuk memprediksi ke arah mana pasar bergerak, jika memang ada tren. Indikator trend bekerja dengan menggunakan pergerakan antara nilai tinggi dan rendah seperti gelombang. Sementara itu, indikator momentum berguna untuk memberi tahu kita mengenai seberapa kuat tren yang terjadi  dan juga dapat memberitahu Anda jika pembalikan trend terjadi. Jenis indikator ini berguna untuk menentukan harga tertinggi dan terendah.

Indikator volume berguna untuk memberitahu Anda bagaimana volume pasar berubah dari waktu ke waktu. Jenis indikator ini berguna karena saat harga aset kerap berubah, sedangkan volume memberikan indikasi seberapa kuat pergerakannya. Pergerakan bullish pada volume tinggi lebih mungkin dipertahankan daripada pada volume rendah.

Sedangkan jenis indikator volatilitas memberitahu Anda seberapa banyak harga berubah dalam periode tertentu. Volatilitas adalah bagian yang sangat penting dari pasar. Tanpa mengetahui volatilitas pasar tidak, Anda akan sulit untuk menemukan celah profit. Semakin tinggi volatilitas, semakin cepat harga berubah. Ini tidak memberitahu Anda tentang arah, hanya kisaran harga. Volatilitas rendah menunjukkan pergerakan harga kecil, volatilitas tinggi menunjukkan pergerakan harga besar. Volatilitas yang tinggi juga menunjukkan bahwa ada inefisiensi harga di pasar.

Indikator teknis support dan resistance menemukan harga dasar dan langit-langit pepatah terendah dan tertinggi untuk suatu aset. Level support adalah harga dasar, (yaitu harga terendah) yang ditetapkan selama periode waktu yang berarti. Level resistance adalah harga atas atau harga tertinggi yang telah ditetapkan dari waktu ke waktu. Saat harga bergerak di bawah garis support atau di atas garis resistance, kondisi ini dikenal sebagai breakout.

Jenis-Jenis Indikator Trading

Mengapa Indikator Penting Dalam Trading?

Memahami indikator terbaik dalam trading akan membantu Anda mendapatkan gambaran tentang kemana harga akan bergerak selanjutnya di pasar tertentu. Pada akhirnya, Anda bisa memposisikan diri untuk memanfaatkan pergerakan harga dan menghasilkan profit.

Sebagai seorang trader, Anda harus memahami ke mana arah pasar, dan bersiap untuk segala kemungkinan. Anda tidak perlu tahu persis ke mana pasar akan bergerak. Namun, Anda harus memahami berbagai kemungkinan yang terjadi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

trader menghasilkan uang di pasar bullish dan bearish. Trader bisa memanfaatkan posisi long dan short. Jangan terlalu terpaku pada arah pasar, selama harga bergerak Anda bisa menghasilkan keuntungan. Indikator akan membantu Anda menemukan peluang profit ini.

Keunggulan Menggunakan Indikator Trading

Indikator trading terbaik akan memberikan banyak keunggulan, seperti berikut:

Mengidentifikasi trend tepat waktuSalah satu manfaatnya adalah indikator dapat membantu investor secara tepat waktu untuk mengidentifikasi tren yang menguntungkan di pasar saham dan instrumen keuangan lainnya. Ini akan membantu dalam mengidentifikasi tren yang menguntungkan.
Membantu pengambilan keputusanIndikator teknis juga dapat membantu investor untuk mengambil tindakan proaktif di pasar yang tidak dapat diprediksi. Indikator juga dapat membantu mendapatkan wawasan tentang pola harga dan menyadari adanya pembalikan trend utama di pasar. Hal ini akan meningkatkan peluang profit di pasar.
Mempermudah analisisIndikator juga dapat membantu membuat analisis teknis lebih mudah karena menyediakan representasi visual, bukan hanya data keuangan. Indikator juga dapat membantu mengidentifikasi potensi titik masuk dan keluar di pasar. Ini akan membantu melindungi keuntungan dan meminimalkan kerugian.

Kekurangan Menggunakan Indikator Trading

Menggunakan indikator trading terbaik tidak selamanya memberikan keunggulan. Sebab, indikator trading juga memiliki beberapa kekurangan, seperti berikut:

Tidak selalu memberikan hasil yang akuratSemua metode matematika dan statistik mengambil data dari masa lalu dan memproyeksikannya ke masa depan. Semua jenis indikator selalu tertinggal dari momen saat ini, tetapi pasar tetap hidup dan tidak pernah menunggu. Jadi perlu beberapa saat bagi seorang indikator untuk memutuskan apa yang harus direfleksikan dalam grafik, kemudian perlu beberapa saat lagi bagi seorang trader untuk memutuskan apa yang ingin dia lakukan dengan grafik indikator ini.
Memicu kebingunganIndikator sangat sering bertentangan satu sama lain dan menggunakan banyak indikator secara bersamaan dapat membingungkan pengamat pasar profesional sekalipun. Selain itu, untuk dapat memilih suatu indikator, trader harus sudah memiliki tingkat pengetahuan tertentu. 
Sulit digunakanPenggunaan indikator seringkali menyusahkan para trader karena membutuhkan cara khusus. Terkadang firasat mungkin merupakan satu-satunya cara untuk melihat peristiwa dan memprediksi ke mana arah tren selanjutnya. Jadi faktor manusia dapat menguntungkan trader dalam kondisi tertentu. Pengalaman dan pengetahuan adalah yang utama dalam trading

Jenis-Jenis Indikator Terbaik dalam Trading

Ada beberapa indikator trading terbaik yang biasa digunakan banyak trader. Berikut indikator trading terbaik tersebut:

Moving Average atau Simple Moving Average

Moving Average (MA) atau simple moving average (SMA) adalah indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren harga saat ini, tanpa gangguan lonjakan harga jangka pendek. Indikator MA bekerja dengan menggabungkan titik harga aset selama jangka waktu tertentu dan membaginya dengan jumlah titik data agar bisa menampilkan garis trend tunggal.

Data yang digunakan tergantung pada panjang MA, seperti MA 200 yang menandakan bahwa indikator tersebut membutuhkan data 200 hari. Melalui indikator MA, Anda bisa menganalisa level support dan resistance serta melihat pergerakan harga yang pernah terjadi. Dengan begitu, Anda juga dapat menentukan kemungkinan pola harga di masa mendatang.

Moving Average adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi arah umum, atau tren, dari suatu saham tertentu. Penggunaan indikator ini bertujuan untuk memperlancar data harga historis dengan menghasilkan harga rata-rata yang terus diperbarui. Jika MA bergerak ke arah positif (negatif), itu adalah tanda bullish (bearish) untuk saham tersebut.

BACA JUGA: Moving Average: Definisi, Manfaat dan Jenisnya

Exponential Moving Average

Exponential Moving Average (EMA) adalah jenis rata-rata pergerakan yang menempatkan bobot dan signifikansi lebih besar pada poin data terbaru. Rata-rata pergerakan eksponensial juga disebut sebagai rata-rata pergerakan tertimbang eksponensial. 

Rata-rata pergerakan tertimbang eksponensial bereaksi lebih signifikan terhadap perubahan harga baru-baru ini daripada rata-rata pergerakan sederhana (SMA), yang menerapkan bobot yang sama untuk semua pengamatan dalam periode tersebut.EMA adalah bentuk lain dari moving average. 

Berbeda dengan SMA, indikator ini memberi bobot lebih besar pada poin data terbaru, membuat data lebih responsif terhadap informasi baru. Saat digunakan dengan indikator lain, EMA dapat membantu trader memastikan pergerakan pasar yang signifikan dan mengukur legitimasinya.

Stochastic Oscillator

Stochastic oscillator adalah indikator yang membandingkan harga penutupan spesifik suatu aset dengan kisaran harganya dari waktu ke waktu – menunjukkan momentum dan kekuatan trend. Ini menggunakan skala 0 sampai 100. Pembacaan di bawah 20 umumnya mewakili pasar oversold dan pembacaan di atas 80 merupakan pasar overbought. Namun, jika ada tren yang kuat, koreksi atau reli belum tentu terjadi.

Indikator momentum ini dapat digunakan untuk menemukan dimana trend akan berakhir. Stochastic dapat membantu Anda memilih titik masuk dan memasuki tren di awal. Ketika garis stochastic berada di atas 80, pasar overbought, dan kemungkinan besar akan terjadi downtrend. Sebaliknya, ketika garis stochastic berada di bawah 20, hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang oversold, dan kemudian pasar akan mengalami uptrend.

BACA JUGA: Tips Trading dengan Indikator Stochastic-Pemula Wajib Baca!

Average Directional Index (ADX)

Average Directional Index adalah indikator trend. Nilai Average Directional Index (ADX) berkisar dari 0 hingga 100, dan dimaksudkan untuk memberi Anda sinyal kekuatan tren. Jika ADX di bawah 20, trennya lemah. Jika di atas 50, trennya kuat. Perlu diingat, bahwa ADX tidak memberi tahu Anda arah tren, hanya kekuatannya.

Saat trading, Anda dapat menggunakan ADX untuk menghindari fakeout. Indikator ini akan lebih akurat ketika dikombinasikan dengan indikator lain, karena tidak memberi Anda informasi tentang arah trend. Biasanya, indikator ini dikombinasikan dengan indikator lain, seperti Parabolic SAR. ADX dapat memastikan bahwa tren kuat dan akan berlanjut. Ini akan memberi Anda lebih percaya diri saat memasuki suatu posisi.

ADX juga dapat membantu Anda keluar dari perdagangan saat tren melemah, untuk menghindari trader dari jebakan retracement harga. Seperti banyak indikator trend, ADX bisa mengalami lagging sehingga tidak bisa digunakan untuk mendeteksi trend lebih awal. Namun, indikator iini berguna jika Anda hanya ingin trading di tren yang kuat.

BACA JUGA: ADX Adalah: Definisi, Cara Trading, hingga Tips Menggunakanya dalam Trading

Bollinger Bands

Bollinger band adalah indikator yang memberikan kisaran di mana harga suatu aset biasanya diperdagangkan. Indikator ini bekerja sesuai dengan lebar pita (band) yang bisa bertambah dan berkurang untuk mencerminkan volatilitas terkini. Semakin dekat band satu sama lain semakin rendah volatilitas yang dirasakan dari instrumen keuangan. Semakin lebar band, semakin tinggi volatilitas yang dirasakan.

Bollinger band berguna untuk mengenali saat aset diperdagangkan di luar level biasanya, dan sebagian besar digunakan sebagai metode untuk memprediksi pergerakan harga jangka panjang. Ketika harga terus bergerak di luar parameter band atas, hal itu bisa menandakan adanya overbought, dan ketika bergerak di bawah band yang lebih rendah, hal itu bisa menandakan adanya oversold.

BACA JUGA: 6 Strategi Bollinger Band, 70% Investor Tidak Paham!

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD adalah indikator yang berguna untuk menganalisis adanya perubahan momentum dengan membandingkan dua moving average. Indikator ini dapat membantu trader mengidentifikasi kemungkinan peluang beli dan jual di sekitar level support dan resistance.

Meskipun merupakan osilator, biasanya tidak digunakan untuk mengidentifikasi kondisi overbuy atau oversold. indikator ini  muncul di grafik sebagai dua garis yang berosilasi tanpa batas. Crossover dari dua garis memberikan sinyal perdagangan yang mirip dengan dua moving average.

Perkiraan MACD dapat dihitung dengan mengurangkan nilai Exponential Moving Average (EMA) 26 periode dari EMA 12 periode. EMA yang lebih pendek secara konstan konvergen menuju, dan menyimpang dari, EMA yang lebih panjang sehingga menyebabkan MACD berosilasi di sekitar level nol. Garis sinyal dibuat dengan EMA 9 periode dari garis MACD.

Indikator ini tergolong istimewa karena menyatukan momentum dan tren dalam satu indikator. Perpaduan unik antara tren dan momentum ini dapat diterapkan pada grafik harian, mingguan, atau bulanan. Pengaturan standar untuk MACD adalah selisih antara EMA periode 12 dan 26. trader yang mencari sensitivitas lebih dapat mencoba rata-rata pergerakan jangka pendek yang lebih pendek dan rata-rata pergerakan jangka panjang yang lebih panjang.

BACA JUGA: Inilah Cara Membaca Indikator MACD Terlengkap 2021

Relative Strength Index (RSI)

RSI dapat membantu trader mengidentifikasi momentum, kondisi pasar, dan sinyal pergerakan harga. RSI digambarkan menggunakan angka antara 0 dan 100. Harga aset yang bergerak di sekitar level 70 bisa dianggap overbought, sedangkan aset pada atau mendekati 30 bisa dianggap oversold.

Sinyal overbought menunjukkan akan muncul profit jangka pendek yang mencapai titik jatuh tempo, yang kemudian diikuti oleh koreksi harga aset. Sebaliknya, sinyal oversold menunjukan kemungkinan adanya penurunan jangka pendek mencapai jatuh tempo, yang kemudian diikuti oleh kenaikan harga aset.

BACA JUGA: Indikator RSI Adalah: Inilah 8 Tips Raih Profit dari Relative Strength Index

Fibonacci Retracement

Fibonacci Retracement adalah indikator yang dapat menentukan sejauh mana pasar akan bergerak melawan tren saat ini. Retracement adalah saat pasar mengalami penurunan sementara – ini juga dikenal sebagai pullback.

Trader yang mengira pasar akan bergerak sering menggunakan retracement Fibonacci untuk mengonfirmasi hal ini. Ini karena membantu mengidentifikasi kemungkinan level support dan resistance, yang dapat mengindikasikan tren naik atau turun.Trader dapat mengidentifikasi level support dan resistance dengan indikator ini. Oleh karena itu, indikator ini dapat membantu mereka memutuskan dimana menerapkan stop dan limit, atau kapan harus membuka dan menutup posisi mereka.

BACA JUGA: Fibonacci Adalah: Penggunaan Fibonacci forex dalam Trading

Ichimoku Cloud

Ichimoku Cloud seperti banyak indikator teknis lainnya, bisa digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance. Namun, indikator ini juga membantu memperkirakan momentum harga dan memberi para pedagang sinyal untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan. 

Ichimoku sendiri memiliki makna sebagai grafik ekuilibrium satu tampilan. Itulah mengapa indikator ini digunakan oleh trader yang membutuhkan banyak informasi dari satu grafik.

Dengan kata lain, indikator ini sangat berguna dalam mengidentifikasi tren pasar yang sedang terjadi, menganalisis level support dan resistance saat ini, dan memperkirakan level harga di masa yang akan datang.

BACA JUGA: Kenali Apa Itu Indikator Ichimoku Kinko Hyo dalam Trading Forex dan Cara Menggunakannya

Standar Deviasi

Standar deviasi adalah indikator yang membantu pedagang mengukur ukuran pergerakan harga. Dengan begitu, trader bisa menganalisis seberapa besar kemungkinan volatilitas mempengaruhi harga di masa mendatang. Namun, indikator ini  tidak dapat memprediksi apakah harga akan naik atau turun.

Standar deviasi bekerja dengan cara membuat perbandingan antara pergerakan harga saat ini dan pergerakan harga historis. Banyak trader berpedoman bahwa pergerakan harga besar bisa mengikuti pergerakan harga kecil dan pergerakan harga kecil juga mengikuti pergerakan harga besar.

Broker Terpercaya Mitrade

Trading bukan hanya sekedar mempelajari apa saja indikator trading terbaik. Anda juga harus memilih broker yang aman dan terpercaya agar uang Anda tidak disalahgunakan. Sebagai referensi broker yang aman dan berkualitas, Anda bisa memilih Mitrade. Sebagai broker berkualitas internasional, Mitrade telah mendapatkan pengawasan langsung dari Investments Commission (ASIC) dan Cayman islands monetary authority (CIMA).

Broker Mitrade juga menyimpan seluruh uang klien di bank segregated sehingga keamanannya lebih terjamin. Mitarde juga menyiapkan ratusan indikator trading terbaik yang membantu Anda untuk melakukan analisis pasar. Platform trading Mitrade juga mudah digunakan sehingga tidak membingungkan para trader.

Registrasi dan pembukaan akun di Mitrade sangat mudah dan cepat. Hanya dalam hitungan menit, Anda sudah bisa bertransaksi dengan berbagai macam pilihan aset, seperti indeks, saham, crypto, forex, dan komoditas. Modal deposit yang dibutuhkan bisa dimulai dari US$ 50 saja, tersedia pula leverage hingga 1000x yang meringankan modal trader saat bertransaksi.

Kesimpulan

Indikator trading merupakan seperangkat alat yang bisa diaplikasikan pada grafik perdagangan untuk mengungkap pasar dan membuat analisis yang lebih jelas. Dalam dunia trading, indikator biasanya mengacu pada pola grafik teknis yang berasal dari harga, volume, atau minat terbuka dari sekuritas tertentu. Indikator trading terdiri atas 5 tipe, yakni trend, volatilitas, momentum, volume, support dan resistance indikator. Memahami indikator terbaik dalam trading akan membantu Anda mendapatkan gambaran tentang ke mana harga akan bergerak selanjutnya di pasar tertentu. Pada akhirnya, Anda bisa memposisikan diri untuk memanfaatkan pergerakan harga dan menghasilkan profit.

Sebagai seorang trader, Anda harus memahami ke mana arah pasar, dan bersiap untuk segala kemungkinan. Anda tidak perlu tahu persis ke mana pasar akan bergerak. Namun, Anda harus memahami berbagai kemungkinan yang terjadi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini diperoleh dari berbagai sumber yang relevan. Isi artikel hanya untuk edukasi dan tidak bisa menjadi pijakan utama dalam mengambil keputusan berinvestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *