Saham Nano
INVESTASI, SAHAM

Apakah Saham Nano Layak Beli? Ini Analisa Teknikal Dan Fundamentalnya !

Saham Nano telah menjadi perbincangan hangat sejak melantai di bursa pada 10 Maret 2022. Banyak investor mengaku cuan besar sejak membeli saham ini. Apakah benar saham Nano layak koleksi? Berikut review lengkap mengenai saham nano:

Mengenal Saham Nano

Saham Nano adalah saham yang dikeluarkan oleh emiten Nanotech Indonesia Global Tbk. Saham Nano melantai di bursa sejak 10 Maret 2022. NANO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan teknologi riset dan pengembangan, rekayasa material serta nanoteknologi. 

Emiten ini telah memiliki layanan riset dan penge,bangan dan 3 layanan lainnya sebagai tahap implimentasi. Emiten Nano juga memiliki 5 lini bisnis utama, yakni material, kesehatan, akuakultur, properti, inspeksi, dan pendidikan.

Nano merupakan salah satu saham atau emiten terbaik yang tergolong muda di bursa saham Indonesia, mengingat emiten Nani baru saja IPO di tahun 2022. Saat IPO, NANO melepas 1,285 miliar saham yang setara dengan 29.99% dari modal yang disetor dan ditempatkan dengan harga penawaran saham Rp 100/ lembar saham. Saat IPO, emiten NANO berhasil mengantongi perolehan dana sebesar RP 128,50 miliar. 

Meski NANO tergolong emiten yang baru saja go publik, saham emiten NANO bisa dinilai menarik karena nilai kualitatif dari bidang bisnis usahanya. Emiten NANO bisa jadi satu-satunya emiten yang go publik dalam bidang jasa layanan teknologi riset dan oengembangan, rekayasa material serta nanoteknologi yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. Bisa dibilang, bisnis Nanoteknologi ini sangat menarik. Emiten ini juga menjadi pionir dalam menyelesaikan berbagai masalah industri dan UMKM dengan pendekatan sains dan teknologi terapan.

Analisa Teknikal Saham NANO

Skenario IPO NANO Saham

Seperti yang disebutkan sebelumnya, PT Nanotech Indonesia Global TBK  melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada bulan Maret 2022. Emiten ini terdiri atas PT Nanotech Investama Sedaya (85,00%) dan PT Nano Tech Riset Investama (15,00%). Saat IPO, emiten Nano melepas 12.850.000 lot atau sekitar 1.285 juta saham. 

Komposisi pemegang saham terdiri atas 59,51% PT Nanotech Investama Sedaya dan 10,51%, PT Nanotech Riset Investama, 10,51% PT Nanotech Riset Investama, dan masyarakat umum sebesar 29,99% dari total saham yang tercatat.

Melalui IPO, Emiten NANO Menargetkan dana sebesar 13,92 miliar. Untuk penjamin pelaksana emisi efek, perusahaan ini bekerjasama dengan PT UOB Kay Hian Sekuritas. Penawaran atau book building telah dilakukan pada 8 Februari 2022 hingga 15 Februari 2022 di harga Rp 95 hingga Ro 105 per saham. Namun, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dilakukan sejak 10 Maret 2022. Sebagai langkah awal di IPO, NANO menawarkan Waran dengan rasio 10:8.

Rincian Penggunaan Dana IPO

Melansir data dari prospektus laman e-IPI.co.id, dana yang terkumpul dari IPO rencananya akan digunakan untuk:

  • Sekitar Rp 16.390 juta untuk belanja modal pembelian dan perlengkapan terkait jasa layanan teknologi rekayasa.
  • Sekitar Rp 16. 701 juta untuk capital expenditure berupa mesin dan perlengkapan terkait jasa layanan teknologi, farmasi, dan kosmetik.
  • Sekitar 16. 221 juta untuk belanja modal berupa perlengkapan terkait layanan utama perseroan dan pembelian mesin.
  • Sekitar 17.045 juta digunakan untuk pembelian mesin dan perlengkapan implementasi teknologi untuk mendukung perluasan usaha.
  • Sebesar Rp 3.618 juta untuk belanja modal dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan penunjangnya.

Perkembangan Terkini Saham NANO

Saham NANO memiliki nilai kualitatif bidang bisnis dalam pemanfaatan teknologi nano. Salah satu contoh produk teknologi nano adalah pemanfaatan karbon untuk pensil. Jadi, sifat awal karbon yang mudah patah diubah menjadi lebih keras namun tetap ringan. Implementasi rekayasa ini bisa dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Di sisi lain, saham NANO memiliki entitas, yakni PT Nano Herbaltama Internasional yang memproduksi obat herbal dengan pemanfaatan teknologi nano. Bisnis ini tentu sangat menguntungkan. Saham NANO juga telah selesai IPO, di mana  seluruh dana yang diperoleh dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk ekspansif atau pengembangan usaha. 

Hal ini tentu akan memberikan prospek yang cerah bagi emiten ini. Dari sisa hasil belanja modal, saham NANO juga menggunakan dana hasil IPO untuk operational expenditure demi mendukung kegiatan usaha. Operational expenditure juga tidak terbatas pada pembelian bahan baku saja.

Sepak Terjang Emiten Saham NANO

Jika dilihat dari track recordnya, Emiten saham Nano mulai berdiri sejak 2019. Perusahaan ini memiliki beberapa bidang jasa layanan seperti teknologi riset dan pengembangan, rekayasa material, dan nanoteknologi. Emiten ini memiliki sektor bisnis industrial, yang termasuk ke dalam subsektor Business Support Service.

Bisnis perseroan memang terus bertumbuh sejak tahun 2019. Hingga saat ini, emiten Saham Nano telah memiliki layanan riset dan pengembangan dan 3 layanan lainnya sebagai tahap implementasi. Pada tahap implementasi, perusahaan ini memiliki 5 strategic business unit yang berfokus pada pencarian solusi untuk pelanggan perseroan sesuai dengan kebutuhan di bidangnya masing-masing.

Emiten saham NANO memiliki satu anak perusahaan yang bernama PT Nano Herbaltama Internasional yang juga berdiri pada tahun 2019. Anak perusahaan tersebut memproduksi obat herbal. Untuk mendukung kegiatan usahanya, anak perusahaan emiten saham NANO juga memiliki pabrik berfasilitas cara pembuatan obat tradisional yang baik.

Melihat Prospek Bisnis Emiten Saham NANO

Risiko penyebaran wabah semakin besar seiring dengan meningkatnya jumlah umat manusia di dunia. Apalagi setelah merebaknya Covid-19, permintaan akan kemajuan kesehatan publik dan penelitian kesehatan semakin tinggi. Nah, Nanoteknologi memainkan peranan penting dalam mengatasi tantangan tersebut, terutama dalam hal perawatan medis konvensional.

Integrasi nanoteknologi dan pengobatan telah memberikan terobosan penting dalam pencegahan, diagnosa, dan pengobatan untuk berbagai macam penyakit. Hal ini terbukti bahwa obat-obatan yang dihasilkan melalui nanoteknologi mampu meningkatkan efikasi dalam pengobatan.

Saat ini, obat yang dihasilkan melalui teknologi nano telah teruji klinis dan tersedia luas di pasaran. Dari hal inilah, kita bisa melihat bahwa prospek bisnis emiten Saham Nano sangat layak diperhitungkan. Meski kegiatannya sempat terkendala karena adanya PPKM atau lockdown, hal ini tidak menyurutkan kinerja perusahaan tersebut. Emiten saham NANO melakukan pemasaran online yang mampu menjangkau klien potensial dari berbagai kalangan.

Analisa Fundamental Saham NANO

Jika dilihat dari sisi fundamentalnya, emiten Saham NANO memiliki kapitalisasi pasar atau market cap mencapai 115,7 M. Rasio hutang kurang dari 1, yakni 0,07 kali modal. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan tersebut memiliki aset yang lebih banyak daripada hutangnya. Sayangnya, perusahaan ini belum mencetak laba positif selama 3 tahun terakhir.

Aset lancar emiten Saham NANO lebih besar daripada liabilitas jangka pendek. Selain itu, profitabilitas perusahaan ini juga tergolong kurang baik,  yakni ROE hanya 3,69%. Harga saham juga tergolong  di atas harga wajar. Perusahaan ini juga belum mencetak EPS positif dalam 3 tahun terakhir.

Dilihat dari laporan keuangannya, emiten Saham NANO memiliki Net Profit Rp 6,2 milyar. Aset yang dimiliki perusahaan ini di tahun 2022 mencapai 177,4 milyar. Perusahaan ini juga tidak membagikan dividen. Earning per share atau keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham hanya mencapai skor 1 di tahun 2022.

BACA JUGA: Apa Itu Analisis Fundamental? Ini Penjelasan Terlengkap!

Analisa Teknikal Saham NANO

Analisa Teknikal Saham NANO

Jika kita lihat dari grafiknya, saham NANO cenderung mengalami sideways dalam beberapa bulan. Setelah itu, saham tersebut mengalami penurunan drastis. Jika kita lihat dari aktivitas investor besarnya dalam sebulan terakhir, investor besar dari perusahaan PT Nanotech mengalami aksi masif distribusi.

Jadi dalam periode sebulan terakhir, investor besar melakukan distribusi besar-besaran. Hal ini tersebut rupanya memicu penurunan besar. Dari data peta kepemilikan, saham emiten NANO telah dicetak secara scripless. Dari 100% saham yang dicetak untuk publik, sebesar 70% dimiliki oleh investor besar.

Sementara itu, kepemilikan semi ritel saham NANO hanya 0,2%. Jadi, institusi yang membeli hanya memiliki porsi dibawah 1%. Sementara itu, investor ritel memiliki kepemilikan hingga 29,8%. Hal ini menunjukan bahwa kepemilikan investor ritel telah melebihi ambang batas maksimum. Akan tetapi, SAHAM NANO masih berpotensi karena kepemilikan investor besar lebih tinggi.

Investor besar dari Saham NANO adalah Nano Investama dan Nano Riset. Average dari kepemilikan investor besar mencapai harga Rp 37. Jadi, harga masih tergolong rendah. Akan tetapi, sebaiknya Anda tahan keinginan untuk membeli jika masih dalam fase distribusi. Anda bisa membeli saham ini ketika memasuki fase sideways.

Review Broker Mitrade

Untuk Anda yang ingin trading dengan aman dan murah, Anda bisa menghubungi broker Mitrade. Sebagai broker internasional terpercaya, Mitrade telah memiliki legalitas di bawah Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan Cayman islands monetary authority (CIMA). Keamanan uang klien juga dijamin oleh bank segregated sehingga tidak akan hilang begitu saja.

Trading di Mitrade hanya perlu modal deposit US$ 50, yang bisa Anda transfer melalui virtual account, antar rekening, atau e-wallet. Jika ingin trading dengan biaya murah, Anda juga bisa menggunakan leverage hingga 1000x. Platform trading Mitrade juga mudah digunakan karena didesain sesuai kebutuhan klien.

Anda juga bisa melakukan analisis dengan mudah karena terdapat ratusan indikator teknikal dan 7 jenis chart. Proses buka akun di Mitrade bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja. Hanya dalam hitungan menit, Anda bisa melakukan proses registrasi sekaligus verifikasi. Bersama Mitrade, Anda bisa memilih trading menggunakan forex, komoditas, saham, indeks, atau crypto. Selain murah, pilihan instrumen juga melimpah.

mitrade -broker terbaik di indonesia

Kesimpulan

Saham Nano adalah saham yang dikeluarkan oleh emiten Nanotech Indonesia Global Tbk. Saham Nano melantai di bursa sejak 10 Maret 2022. NANO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan teknologi riset dan pengembangan, rekayasa material serta nanoteknologi. Jika dilihat dari sisi fundamentalnya, emiten Saham NANO memiliki kapitalisasi pasar atau market cap mencapai 115,7 M. Rasio hutang kurang dari 1, yakni 0,07 kali modal. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan tersebut memiliki aset yang lebih banyak daripada hutangnya. Sayangnya, perusahaan ini belum mencetak laba positif selama 3 tahun terakhir. Aset lancar emiten Saham NANO lebih besar daripada liabilitas jangka pendek. Selain itu, profitabilitas perusahaan ini juga tergolong kurang baik,  yakni ROE hanya 3,69%. Harga saham juga tergolong  di atas harga wajar. Perusahaan ini juga belum mencetak EPS positif dalam 3 tahun terakhir. Dari sisi teknikal,  saham NANO cenderung mengalami sideways dalam beberapa bulan. Setelah itu, saham tersebut mengalami penurunan drastis. Jika kita lihat dari aktivitas investor besarnya dalam sebulan terakhir, investor besar dari perusahaan PT Nanotech mengalami aksi masif distribusi. Saat masih dalam fase distribusi sebaiknya Anda tidak membeli saham ini. Anda dianjurkan membeli ketika saham NANO masuk dalam fase sideways.

Disclaimer: Artikel mengenai Saham NANO ini hanya untuk edukasi dan tidak bisa menjadi panduan utama dalam investasi atau trading. Penulisan artikel tidak berafiliasi dengan perusahaan manapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *