Mengenal Apa itu grafik BEP dan Kaitannya dalam Investasi Saham
INVESTASI, FOREX, SAHAM

Mengenal Apa itu Grafik BEP dan Kaitannya dalam Investasi

Grafik BEP mungkin sering Anda dengar dalam dunia bisnis. Namun, tahukah Anda bahwa grafik BEP juga mempengaruhi harga saham, yang pada akhirnya juga berpengaruh besar pada investasi. Sayangnya, banyak investor belum pernah menggali lebih dalam apa itu grafik BEP dan bagaimana pengaruhnya dalam investasi saham. Untuk memudahkan Anda, berikut penjelasan lengkap mengenai grafik BEP:

Apa Itu Grafik BEP?

Grafik BEP adalah sebuah grafik yang menggambarkan titik impas antara modal dan hasil investasi. Grafik ini menunjukan berapa lama waktu yang diperlukan investor untuk mengembalikan modal investasinya. BEP sendiri merupakan singkatan dari Break Event Point, di mana dalam bahasa Indonesia memiliki makna titik impas. Titik dalam  investasi ditentukan dengan membandingkan harga pasar suatu aset dengan biaya aslinya. Nah, titik impas ini tercapai saat harga pasar dan biaya asli mencapai harga yang sama. 

Jika dilihat dari akuntansi perusahaan, rumus BEP atau titik impas bisa dihitung dengan membagi jumlah biaya tetap yang terkait dengan produksi dengan pendapatan per unit individu, lalu dikurangi biaya variabel per unit. Dalam hal ini, biaya tetap mengacu pada biaya yang tidak berubah tergantung pada jumlah unit yang terjual. Dengan kata lain, titik impas adalah tingkat produksi di mana total pendapatan untuk suatu produk sama dengan total biaya. Sedangkan dalam investasi, titik impas dikatakan tercapai ketika harga pasar suatu aset sama dengan biaya aslinya. 

Analisis titik impas akan membantu investor menemukan pengeluaran yang hilang, membatasi keputusan investasi berdasarkan emosi, menetapkan tujuan investasi, mengamankan pendanaan, dan menetapkan harga yang sesuai. Break Event Point juga bisa dimanfaatkan trader menentukan aksi di pasar, tepatnya untuk mencari tahu berapa harga yang harus dicapai sekuritas untuk menutupi semua biaya yang terkait dengan perdagangan, termasuk pajak, komisi, biaya manajemen, dan sebagainya. 

Dalam dunia trading, Break Event Point mengacu pada harga rata-rata beli (dalam posisi long) atau jual (dalam posisi short) untuk instrumen keuangan dalam portofolio Anda. BEP dihitung dengan mengambil modal bersih yang dibayarkan (long) atau diterima (short) untuk saham tersebut, dibagi dengan jumlah saham yang dibeli atau dijual. Oleh karena itu, biaya transaksi dan pajak tidak termasuk dalam BEP.

Apa Itu Grafik BEP?

Mengapa Grafik BEP Penting dalam Investasi?

Memahami grafik BEP dalam investasi membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Ini akan menunjukkan ambang yang diperlukan untuk mencapai tujuan investasi sehingga Anda tidak perlu mengalami kerugian.

Investor harus mempertimbangkan untuk menghitung titik impas investasi potensial sebelum menanamkan modal untuk suatu instrumen keuangan dengan biaya awal yang tinggi, seperti komisi besar atau biaya lainnya. Misalnya, penasihat keuangan menyarankan investasi dengan komisi 5%, dan penasihat keuangan mengenakan biaya manajemen tahunan 1,5%. Investasi itu harus menghasilkan pendapatan atau apresiasi harga yang cukup untuk mengimbangi biaya tersebut untuk mencapai titik impas.

Demikian juga, investasi real estat dapat memiliki biaya di muka yang tinggi dari komisi dan renovasi yang perlu diatasi oleh investor sebelum mencapai profitabilitas. Setelah menghitung biaya impas, seorang investor mungkin menentukan bahwa investasinya tidak bermanfaat karena mungkin memakan waktu terlalu lama atau terlalu banyak usaha untuk mendapatkan BEP.

Pemilik aset juga dapat menggunakan titik impas mereka untuk menentukan harga jual aset mereka dan tanpa kehilangan biaya yang sudah dikeluarkan untuk aset tersebut. tidak kehilangan uang setelah renovasi besar. Mereka mungkin memutuskan bahwa laba atas investasi real estat mereka akan terlalu rendah, yang dapat menyebabkan mereka menurunkannya ke tingkat yang kemungkinan besar akan mencapai titik impas.

Break Even Point dalam Trading Forex

Bagi Anda para pecinta forex, break even point juga diperlukan dalam investasi valas.Break even point merupakan titik dimana trader atau investor forex mendapatkan keuntungan yang sama dengan kerugian yang didapatkannya. Dengan kata lain, sebagai trader forex Anda tidak mendapatkan profit dan tidak mengalami loss.

Trader tidak bisa menganggap remeh atau terlalu khawatir saat mengalami break even poin. Meski break even point tidak bisa meningkatkan profit, kondisi tersebut berperan penting dalam melindungi modal Anda. Sebagai trader, Anda tentu ingin mendapatkan keuntungan dan tidak ingin berada dalam  kondisi impas. Sayangnya, jalan meraih profit tidaklah mudah. Untuk bisa mendapatkan profit konsisten, trader tetap harus berhadapan dengan loss dan break even.

Kita memang tidak tahu akan kemana harga suatu pair mata uang bergerak. Hal ini tentu memicu emosi dalam diri. Jika kita trading mengikuti emosi atau sekadar yakin akan prediksi pergerakan harga, secara tak sadar kita bisa melakukan banyak break even point. Misalnya. sebagai trader kita membuka posisi buy dengan stop loss 200 point dan take profit 400 point. Pada awalnya, harga bergerak ke atas sesuai dengan keinginan kita. Sayangnya, harga tiba-tiba turun drastis. 

Karena kita panik, kita pun melakukan exit manual pada posisi break even poin tanpa menunggu harga menyentuh titik stop loss yang sudah ditetapkan. Setelah exit, harga ternyata bergerak ke atas sesuai prediksi awal. Pergerakan harga pun cukup kencang hingga menyentuh level take profit yang sudah kita tetapkan. Nahy, peristiwa di atas bisa saja terjadi saat price action menampilkan swing harga yang bergerak liar. Posisi awal yang positif mendadak berbalik arah dan berpotensi negatif. Hal semacam ini bisa terjadi karena banyak faktor, seperti kita lup mengecek kalender forex dan melakukan trading jelang perilisan data ekonomi.

Di sisi lain, break even point juga bisa menyelamatkan Anda dari loss yang besar. Misalnya, kita memprediksi harga akan naik lalu melakukan aksi beli dengan menetapkan posisi stop loss di point 100 dan menetapkan level take profit di point 200. Sayangnya, harga kemudian turun drastis sehingga membuat kita buru-buru melakukan exit sebelum menyentuh stop loss yang sudah ditetapkan. Setelah kita exit pasar, ternyata harga semakin turun. Nah, jika kita tetap mempertahankan posisi, maka kerugian besar akan menanti.

Investasi saham juga seringkali menemukan adanya break even point. Misalnya, seorang investor melakukan investasi $600 dalam suatu saham dan selanjutnya menginvestasikan $400 lagi. Investor tersebut membayar komisi $5 untuk setiap transaksi. Selain itu, mereka menerima pembayaran dividen sebesar $100 dan membayar pajak dividen sebesar $15. Total biaya investasi ini adalah $1.010, sedangkan laba bersih yang dihasilkan adalah $85. Hal itu memberi investasi ini titik impas $925. Itulah tingkat yang dibutuhkan investasi untuk mencapai titik impas, ditambah komisi penjualan apa pun.

Cara Menghitung Break Even Point dalam Investasi

Persentase break even point dihitung menggunakan pengaturan target profit dan stop loss untuk strategi trading yang Anda lakukan. Target profit dan stop loss dapat direpresentasikan dalam ticks (futures), pips (forex), cents (stocks), atau dengan sejumlah uang ($100 stop-loss dan target $300 misalnya). Hasil perhitungannya adalah jumlah profit dalam trading yang diperlukan untuk menghasilkan titik  impas.

Jika Anda tidak selalu menggunakan stop loss dan target yang sama pada setiap perdagangan, gunakan rata-rata profit dan kerugian rata-rata Anda untuk banyak perdagangan. Kerugian rata-rata setara dengan stop loss rata-rata Anda, dan rata-rata profit setara dengan target rata-rata Anda. Secara rinci, rumus break even point, sebagai berikut:

(Stop-Loss / (Target + Stop-Loss)) x 100

Misalkan Anda memperdagangkan kontrak berjangka dan menggunakan stop-loss 10 tick dan target 20 tick. Persentase impas Anda adalah 33%. Jadi, sebagai trader Anda harus memenangkan sepertiga dari transaksi di pasar modal agar tidak kehilangan uang atau loss, dan hal itu juga belum dihitung dengan komisi trading yang harus dibayarkan. 

Contoh: 10 tik / (20 tik + 10 tik) = 0,33 x 100 = 33%

Misalkan Anda memperdagangkan saham yang sama setiap hari, biasanya mengambil risiko $0,08 per saham dan menempatkan target $0,22 per saham. Untuk melakukan strategi ini, trader atau investor hanya perlu memenangkan transaksi di pasar modal lebih sedikit dari seperempat modal trading yang dikeluarkan agar mencapai titik impas. Jika Anda menang lebih dari itu, Anda akan menghasilkan keuntungan.

Persentase break even point digunakan untuk menentukan apakah sistem trading bisa menghasilkan profit cukup dengan berbagai pengaturan target dan stop loss. Saat Anda menguji sistem trading baru dan telah menemukan pengaturan target dan stop loss yang optimal, Anda dapat menggunakan persentase break even point untuk mengetahui berapa banyak trading yang Anda butuhkan untuk menang agar mencapai titik impas. Jika trader berhasil mendapatkan banyak profit saat bertransaksi dibandingkan hasil penghitungan titik impas, maka trader bisa membawa keuntungan. Hanya mendapatkan profit sedikit lebih besar dari titik impas sudah mampu menghasilkan keuntungan di pasar modal. Dengan strategi trading tersebut, Anda bisa kehilangan modal. 

Contoh: $0,08 / ($0,22 + $0,08) = 0,266 x 100 = 26,6%

Pada awalnya, tampaknya ideal untuk menetapkan target Anda jauh lebih tinggi daripada stop-loss Anda. Dengan cara ini, trader  hanya perlu memenangkan beberapa transaksi di pasar modal untuk mencapai perhitungan titik impas. Sayangnya, tidak sesederhana itu. Jika target Anda begitu besar sehingga tidak pernah tercapai, maka Anda akan maka potensi untung juga jauh lebih kecil, dan Anda bisa kehilangan modal. Oleh karena itu, saat membangun sistem trading, tentukan dulu stop loss dan level target Anda, lalu hitung titik impas Anda.

Tujuan akhir dalam trading bukan hanya untuk mencapai titik impas, meskipun pemula mungkin puas dengan hasil tersebut. Namun, untuk berdagang secara menguntungkan, Anda perlu memenangkan lebih banyak perdagangan daripada persentase impas. Presentasi titik impas tersebut bertujuan sebagai batas terendah untuk dilompati, bukan sebagai tujuan yang harus dicapai. 

Manfaat Menganalisis Break Even Point

Menganalisis break even point akan banyak membantu Anda dalam berinvestasi, antara lain:

Menemukan pengeluaran yang hilangAnalisis titik impas dapat membantu mengungkap pengeluaran yang mungkin tidak Anda duga sebelumnya. Komitmen keuangan Anda akan ditentukan pada akhir analisis titik impas, jadi tidak akan ada kejutan di kemudian hari.
Membatasi keputusan berdasarkan emosiMembuat keputusan trading berdasarkan emosi jarang bisa menghasilkan profit tetapi sulit untuk dihindari. Menganalisis break even point akan membantu Anda memberikan sudut pandang yang lebih baik untuk membuat keputusan trading.
Menetapkan tujuan trading atau investasiAnda akan tahu persis tujuan seperti apa yang harus dipenuhi untuk menghasilkan keuntungan setelah analisis titik impas. Ini membantu Anda menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya. Anda juga perlu menggunakan analisis titik impas untuk mengamankan modal Anda agar tidak mengalami loss besar saat berinvestasi atau melakukan trading.

Kekurangan dalam Analisis Break Even Point

Menganalisis break even point terkadang bisa menghambat trading. Berikut kekurangan dalam analisis break even point:

Menyederhanakan asumsiAnalisis titik impas bergantung pada sejumlah asumsi penyederhanaan, seperti harga jual konstan, biaya tetap, dan biaya variabel per unit. Pada kenyataannya, asumsi ini mungkin tidak berlaku sehingga membuat analisis titik impas menjadi kurang akurat.
Mengabaikan faktor non-keuanganAnalisis titik impas tidak memperhitungkan faktor non-keuangan, seperti faktor politik, kalender forex, atau sentimen pasar, yang dapat berdampak signifikan pada profitabilitas perusahaan.
Time frameAnalisis break event point hanya mempertimbangkan titik impas pada satu titik waktu, dan tidak memperhitungkan perubahan biaya atau pendapatan dari waktu ke waktu.

Trading Lebih Aman dan Mudah dengan Mitrade

Memahami grafik BEP bukanlah satu-satunya faktor yang harus Anda siapkan saat trading atau investasi. Bagi Anda yang tertarik dengan dunia pasar modal, Anda juga perlu memilih broker yang aman dan legal, seperti Mitrade. Selain bekerja sama dengan bank segregated untuk menjamin keamanan uang klien, Mitrade juga sudah diawasi dan mendapatkan legalitas dari Investments Commission (ASIC) dan Cayman Islands Monetary Authority (CIMA).

Bersama Mitrade Anda bisa berinvestasi menggunakan saham, indeks, komoditas, forex, dan crypto. Platform trading buatan Mitrade juga didesain sesuai kebutuhan klien sehingga mudah digunakan dan sangat membantu dalam pengambilan keputusan. Platform Mitrade dilengkapi dengan ratusan indikator, kalender forex, dan berbagai fitur untuk mendukung kemudahan klien dalam bertransaksi.

Modal trading di Mitrade bisa dimulai dari US$ 50 saja, di mana Anda bisa menyetorkannya melalui transfer rekening, virtual account, atau e-wallet. Deposit dan Withdraw di Mitrade juga mudah dan tidak memakan banyak waktu. Anda bahkan bisa memanfaatkan leverage hingga 1000 agar Anda bisa bertransaksi dengan modal kecil.

Kesimpulan

Grafik BEP adalah sebuah grafik yang menggambarkan titik impas antara modal dan hasil investasi. Grafik ini menunjukan berapa lama waktu yang diperlukan investor untuk mengembalikan modal investasinya. BEP sendiri merupakan singkatan dari Break Event Point, di mana dalam bahasa Indonesia memiliki makna titik impas. Titik dalam  investasi ditentukan dengan membandingkan harga pasar suatu aset dengan biaya aslinya. Nah, titik impas ini tercapai saat harga pasar dan biaya asli mencapai harga yang sama. Analisis titik impas akan membantu investor menemukan pengeluaran yang hilang, membatasi keputusan investasi berdasarkan emosi, menetapkan tujuan investasi, mengamankan pendanaan, dan menetapkan harga yang sesuai. Break Event Point juga bisa dimanfaatkan trader menentukan aksi di pasar, tepatnya untuk mencari tahu berapa harga yang harus dicapai sekuritas untuk menutupi semua biaya yang terkait dengan perdagangan, termasuk pajak, komisi, biaya manajemen, dan sebagainya. Dalam dunia trading, Break Event Point mengacu pada harga rata-rata beli (dalam posisi long) atau jual (dalam posisi short) untuk instrumen keuangan dalam portofolio Anda. BEP dihitung dengan mengambil modal bersih yang dibayarkan (long) atau diterima (short) untuk saham tersebut, dibagi dengan jumlah saham yang dibeli atau dijual. Oleh karena itu, biaya transaksi dan pajak tidak termasuk dalam BEP.

Disclaimer: Artikel mengenai grafik BEP ditulis untuk keperluan edukasi, bukan untuk mempengaruhi keputusan Anda dalam berinvestasi. Setiap tindakan investasi harus disesuaikan dengan modal dan profil risiko pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *